Halaman

Tampilkan postingan dengan label Sukses Akademik-Bakat-Spiritual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sukses Akademik-Bakat-Spiritual. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 April 2014

Ternyata Aku Normal - Jangan Gegabah Memvonis Anak

Aden (bukan nama sebenarnya) selalu mendapatkan bully (gertakan, cacian dan cemoohan) dari lingkungannya. Di sekolah, ia sering mendapatkan bully dari teman-temannya. Mereka menilai Aden adalah anak blo’on, tidak normal, berpenampilan seperti anak DS (Down Syndrom). Bahkan, sebagian guru (mata pelajaran) terkadang tak terasa juga ikutan menertawakan dan meremehkannya sehingga sikap teman-temannya semakin menjadi-jadi karena mendapatkan “pembenaran dan pembolehan” dari guru-guru tersebut.
Di lingkungan rumah, Aden juga mendapatkan perlakuan yang tidak baik atau kurang pantas dari “Papa” dan Oka (“Abang”nya). Sejak kecil hingga sekarang (kelas 5 SD) ia merasa tidak mendapatkan kasih sayang yang tulus, terutama dari “Papa”nya. Berbeda dengan Oka, perlakuan diskrimianatif “Papa” cukup kentara dan terasa mendalam pada lubuk hati Aden. Apalagi bila dibanding-bandingkan dengan Oka yang berprestasi (menonjol) di sekolah, sementara Aden mirip anak o’on dan dinilai ber-“madesu” (masa depan suram).
Hingga pada suatu hari “Papa” kesal pada Aden. Dan, kata-kata amarahnya meluncur, tak terduga: “Kamu bukan anak Papa!”

Maka, ciutlah hati Aden. Sambil mendekam di dekapan pelukan “Mama”, ia hanya berkata: “Biarin, pokoknya aku anaknya Mama!”

Aden, hanyalah seorang anak kecil, masih amat membutuhkan kasih sayang dan perlindungan dari orangtua. Untungnya, naluri keibuan “Mama”nya masih tersisa untuk Aden.

Ya, Aden bukanlah anak “Papa-Mama”nya. Aden sebenarnya adalah cucu “Papa-Mama”nya. Mama sebenarnya telah diusir dari rumah (oleh Kakeknya), hingga ia menjadi korban perdagangan perempuan (Women Trafficking) dan lahirlah Aden yang kemudian diadopsi oleh Kakek-Neneknya sendiri sebagai anak.
Aden diadopsi sejak bayi. Meskipun tumbuh di keluarga berkecukupan (secara materi), tetapi Aden seperti memiliki kelainan dengan wajah mirip orang Mongol (mongolisme) yang dikenal dengan istilah Down Syndrome (DS). Sampai kelas 2 SD, Aden belum bisa melafalkan beberapa huruf dengan jelas. Hingga dokter (syaraf) mendiagnosa Aden memilki kelainan di otak dan perlu diterapi. Meskipun ada kemajuan, terapi dokter syaraf yang sudah berlangsung akhirnya dihentikan sejak “Mama”nya terjatuh dari kendaraan.
Di tengah kebingungan dan kegundahan, “Mama-Papa”nya meminta saya untuk menggali potensi dan bakat yang mungkin dimiliki Aden melalui analisis fingerprint (sidik jari). Bagaimana hasilnya?

Hasil analisis fingerprint Aden secara lengkapnya sudah diterima oleh “Mama-Papa”nya dan sudah didiskusikan. Di antara poin-poin pentingya adalah:


POTENSI KEAHLIAN DAN PENGETAHUAN - ADEN:

Kinestetik Sentuh
Aden: Memiliki kemampuan motorik halus. Peka terhadap sentuhan, perabaan, bebauan dan rasa. Memilki potensi karier sebagai Chef (ahli masak), terapis fisik, pengrajin, ahli bedah, peramu obat (farmasi), dll.
TANGGAPAN “MAMA”NYA:
Iya, Aden suka bikin mie instan sendiri (pas, tidak mentah ataupun kematangan/lembek). Aden bisa merasakan masakan enak atau tidak, seperti orang dewasa yang tahu masakan.
Logis Matematik
Memiliki kekuatan dalam persoalan logika dan analisis, termasuk menguraikan soal-soal hitungan dengan unsur logika. Selain berkaitan dengan hitungan angka, ia mampu membuat analisis logik untuk mencari hubungan sebab akibat dari hubungan antarinformasi.
TANGGAPAN “MAMA”NYA:
Tapi, kenapa nilai matematika Aden tidak menonjol, hanya rata-rata di kelas? Ini di luar dugaan....

JAWAB SAYA:
Ya, mungkin saja ada kendala dalam belajar atau masalah lainnya….
TANGGAPAN “MAMA”-NYA:
Iya, sih, Aden sudah tidak suka (matematika) duluan. Apalagi gurunya juga kurang apresiasi kepada Aden. Padahal, Aden sebenarnya mampu, hanya kalau berhitung ia suka tidak teliti.
TANGGAPAN ADEN:“Ma…, Aden normal, Aden bisa pintar!” teriak Aden senang, bersemangat dan tumbuh rasa percaya dirinya.

Kedua mata “Mama”nya berkaca-kaca, hampir meneteskan air mata ketika Aden bergembira dengan menyatakan dirinya ternyata normal. Tidak seperti sangkaan teman-temannya, sebagian gurunya dan bahkan “Papa”nya, yang menganggap aden tidak normal.
Musikal
Memiliki kepekaan dalam menyerap bunyi-bunyian menjadi unsur irama yang mengandung nada tertentu dalam bentuk melodi. Mudah membuat lirik lagu hanya dengan menghafal kata-kata yang disertai irama dan melodi. Selain itu, juga mudah belajar memainkan alat musik.
TANGGAPAN “MAMA”NYA:
Selama ini Aden les privat musik piano. Jari tangan kanan dan kirinya memang cukup lemes (cekatan/pandai) memainkan piano menurut guru privatnya. Aden kayaknya berbakat main piano, atau main alat musik lainnya.
Kinestetik Gerak
Memiliki kemampuan motorik kasar. Tangkas dan cekatan mengoordinasikan gerakan otot dalam melompat, berlari, atau mempraktekkan keterampilan fisik.
TANGGAPAN “MAMA”NYA:
Aden memang suka main ke luar rumah, bersepeda dan juga rajin shalat berjamaah di masjid. Dulu, Aden pernah takut di kolam renang. Tapi, sekarang ia suka pamit dan ‘ngeloyor’ sendiri ke kolam renang. Kuat berenangnya, dari pagi hingga tengah hari, tanpa ditemani.

"LEARNING COMMUNICATION CHARACTER" - ADEN:

"Learning communication characer" menunjukkan cara yang digunakan seseorang (Aden) untuk menyerap pengetahuan dan bagaimana berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Aden memiliki: Cognitive Learning sebesar  80% dan Affective Learning sebesar 20%.

COGNITIVE LEARNER
Berinisiatif sendiri untuk menyerap pengetahuan. Agak egois, kuat dalam keyakinan dan pengetahuan diri. Terkadang perlu dibiarkan agar menyadari kesalahannya sendiri. Dimotivasi dengan adanya alasan yang jelas mengapa belajar, apa manfaat belajar, waktu yang jelas, dsb.

Sebaiknya tidak memaksakan aturan kaku untuknya. Ia ingin belajar sesuai inspirasina. Biarkan ia memecahkan masalah dan menjawab pertanyaan yang menantang. Dorong ia untuk menetapkan tujuan dan target-target pribadi, agar termotivasi. Hormati pendapat pribadinya karena ia ingin belajar dari kesalahannya sendiri.
TANGGAPAN “MAMA”NYA:
Aden memang cukup dewasa. Ketika ada masalah di sekolah tak jarang ia selesaikan sendiri, atau bersama gurunya. Ini menurut hasil laporan gurunya.
AFFECTIVE LEARNER
Belajar terbaik dengan adanya contoh; kemudian melakukan modikasi terhadap contoh tsb. Belajar melalui berbagai media (koran, buku pelajaran, film, majalah, dsb). Termotivasi dengan membaca biografi orang-orang terkenal.

Ia menghargai hubungan kekeluargaan/pertemanan dengan menggunakan perasaan, sehingga orang tua dan guru hendaknya berkomunikasi dengan perasaan lembut, agar anak ini semangat dalam belajar. Perlu (sering) mengatakan kepadanya betapa kita menghargainya, dan betapa pentingnya hubungan kita dengannya.
TANGGAPAN SAYA:
Masalahnya, Aden kurang mendapatkan penghargaan dan hubungan yang harmonis dengan teman-temannya. Terutama  penghargaan dan hubungan yang berkasih sayang dan penuh perasaan lembut  dari “Papa”nya. Padahal, Aden bisa menguasai keahlian atau pengetahuan tertentu sesuai potensi atau bakatnya, apabila dilatih sejak dini.

NOTE:
- Ini kisah nyata, yang disamarkan/disembunyikan nama dan lokasinya. Agar, semoga dapat menginspirasi kita semua!
- Setiap anak itu unik. Ia memiliki potensi untuk Sukses Akademik atapun Sukses Bakat
- Bila ada keingingan untuk menggali potensi atau bakat anak bisa menghubungi saya


Sukses Akademik, Sukses Bakat dan Sukses Spiritual

Apakah anak Anda termasuk:
  • berprestasi disekolah?
  • tak antusias sekolah?
  • malas belajar?
  • punya hobi/bakat yang menonjol?
  • nakal (suka melanggar aturan)?
Sebaiknya Anda membaca artikel ini. Semoga bermanfaat!


A. Sukses Akademik

Bagaimana prestasi sekolah anak Anda?

Jawabannya, paling tidak ada tiga pilihan:
(1) Bagus/juara 10 besar,
(2) Normal/rata-rata, dan
(3) Gagal/di bawah normal.

Anda dapat memilih jawaban tersebut dengan tepat dan mudah berdasarkan nilai-nilai ulangan, rapor atau ujiannya. Berdasarkan nilai-nilai akademik itu pula para guru atau dosen umumnya dapat memutuskan seorang anak itu lulus atau tidak.

Anak yang tidak lulus sekolah bisa dikatakan sebagaianak gagal secara akademik. Adapun anak yang lulus (minimal hingga jenjang S1) bisa dibilang anak sukses secara akademik. Apalagi dengan ijazah dan bidang keilmuan yang diraihnya di waktu kuliah, ia bisa bekerja dengan prestasi bagus dan kariernya meningkat terus.
Orang-orang yang sukses akademik hingga sukses menekuni pekerjaan sesuai dengan bidang keilmuan akademiknya cukup banyak. Misalnya Prof. BJ Habibie (pakar pesawat dirgantara), Dr. Sri Mulyani (ekonom), Prof. Arief Rachman Hakim (pakar pendidikan), Prof. Yohanes Surya (pakar fisika dan matematika), dan semua dosen di berbagai perguruan tinggi bisa dikatakan orang-orang sukses secara akademik.

Lalu, kemanakah anak-anak yang gagal akademik itu?


B. Sukses Bakat

Seseorang yang termasuk Sukses Akademik pada hakikatnya ia juga sukses secara bakat. Karena, di bidang akademik itulah sebenarnya potensi, talenta atau bakatnya. Hanya saja, yang dimaksud Sukses Bakat di sini adalah sukses seseorang dalam menekuni bakatnya terutama di luar bidang akademiknya.

Memangnya ada?
Bahkan cukup banyak orang yang termasuk sukses bakat.Sebut saja Muhammad Ali (petinju legendaris), Susi Susanti (juara bulu tangkis olimpiade Barcelona), Chris John (petinju), Tukul  Arwana (komedian), Agnes Monica (penyanyi), Adi Bing Slamet (artis), Hee Ah Lee (pianis), Sylvester Stallone (artis), Thomas Edison (pendiri General Electric), Henry Ford (pendiri Ford Motor Co), Bill Gates (pendiri Microsoft), dan Steve Jobs (pendiri Apple Computer). Mereka hanyalah sebagian kecil orang yang termasuk tidak sukses akademik, tapi dengan minat dan bakatnya mereka telah berkarya dengan prestasi luar biasa.
Di samping itu, ada pula orang-orang termasuk Sukses Akademik sekaligus Sukses Bakat. Orang-orang yang termasuk kedua sukses tersebut adalah Andrea Hirata (novelis sukses dan berkarier di bidang akademiknya), Tompi (penyanyi sekaligus seorang dokter), Lula Kamal (artis sekaligus dokter), dan lain-lainnya.

Dengan demikian, jangan khawatir berlebihan bila Anda memiliki anak atau saudara yang gagal akademik. Bahkan, termasuk anak autis ataupun idiot sekalipun. Percayalah, tidak ada ciptaan Tuhan yang gagal produksi atau sia-sia. Insya Allah masih ada potensi/bakat yang bisa dikembangkan untuk sukses.
Hee Ah Lee (Korsel,9 Juli 1985), hanyalah seorang gadis cacat dengan IQ di bawah rata-rata. Tangan kanan dan kirinya masing-masing cuma ada dua jari. Sedangkan kakinya hanya sampai ke lutut. Bayangan kita, apa yang bisa dikerjakan oleh anak gadis tersebut, tentu saja tidak banyak, dan bahkan akan banyak tergantung –minta tolong—kepada orang lain. Tapi, tahukah Anda, apa prestasinya?
Berkat ibunya yang sabar dan ulet melatih Hee Ah Lee bermain piano, maka gadis yang hanya memiliki 4 (empat) jari tangan ini pada usia 13 tahun sudah mahir bermain piano. Dengan kemahirannya itu pula, ia telah melanglang buana, dan bermain piano di pentas-pentas musik dunia. Hebat, bukan?

C. Sukses Spiritual

Sukses Akademik ataupun Sukses Bakat akan melahirkan generasi profesional. Orang profesional setidak-tidaknya memiliki tiga kompetensi, yaitu keahlian/keterampilan (kafa’ah), etos kerja (himmah ) dan amanah (jujur dan bertanggung jawab). Ketiga kompetensi tersebut terlahir dari langkah pengembangan potensi yang tepat, dalam proses pembelajaran yang relatif panjang, dengan tempaan berbagai kesulitan dan tantangan, berbagai pengalaman keberhasilan dan kegagalan, serta penuh dengan komitmen.
Pencapaian Sukses Akademik dan Sukses Bakat memang terbilang tidak mudah. Namun, hasil atau timbal balik dari pencapaian itu juga besar manfaatnya. Orang-orang yang sukses –yang telah disebutkan tadi, misalnya—nampak jelas kehidupannya lebih baik, daripada orang-orang yang sepadan dengan mereka tapi tidak sukses (akademik dan bakat). Kesuksesan mereka juga bermanfaat bagi banyak orang,menginspirasi, dan memotivasi.
Akan tetapi, tidak selamanya Sukses Akademik dan Sukses Bakat membawa kehidupan yang lebih baik. Kesuksesan-kesuksesan tersebut memang telah mendatangkan banyak harta, penghargaan dan penghormatan. Di balik itu semua, terdapat potensi-potensi yang mendorong seseorang berbuat menyimpang (anomali) dari kehidupan yang benar. Setelah survive (tercukupi kebutuhan pokok), mereka menjadi mabuk kepayang, lalai dan melakukan sesuatu yang sia-sia dan bahkan terjerumus ke lembah nista. Tidak sedikit orang yang sukses akhirnya menyalahgunakan profesi atau jabatannya (penipuan dan korupsi, misalnya). Ada juga yang menghambur-hamburkan hartanya di meja perjudian, atau untuk mencari pelarian dan kesenangan lain seperti melakukan pergaulan (seks) bebas dan mengonsumsi narkoba hingga over dosis (bunuh diri?).
Whitney Houston, Amy Winehouse, MarilynMonroe, Michael Jackson, Jim Hendrix, Anna Nicole Smith, dan Elvis Presley adalah selebriti dunia yang meninggal secara tragis dan diduga karena over dosis minuman beralkohol dan obat-obatan. Karier mereka yang sensasional dan berakhir dengan narkoba sungguh disayangkan oleh para penggemarnya.
Begitu pula para pesepak bola dunia ternyata banyak juga yang kesandung masalah narkoba sehingga ada yang dihukum penjara, denda, dan berakhir profesinya (tidak boleh bermain di medan laga). Sebut saja seperti Diego Maradona (pemain legendaris Argentina), Mark Bosnich (kiper Chelsea dari Australia), Jonathan Bachini (pemain Brescia), dan Adrian mutu (pemain Chelsea).
Oleh karena itu, Sukses Akademik dan Sukses Bakat saja tidak cukup. Anak-anak kita juga harus Sukses Spiritual, agar kelak mereka dapat meraih kebahagiaan hidup yang hakiki. Pembelajaran Sukses Spiritual yang dimaksud di sini bukan sekadar membentuk pola jiwa (nafsiyah) anak sehingga mereka tekun beribadah dan berakhlak mulia semata. Selain itu, pola pikir anak juga diarahkan kepada profil pola pikir spiritual (aqliyah Islamiyah). Dengan demikian, potensi (akademik dan bakat) anak akan berkembang terarah dan lebih optimal untuk meraih kesuksesan yang hakiki, bermanfaat bagi dirinya dan orang lain, serta bahagia di dunia dan akhirat.
Lalu, bagaimanakah model pembelajaran yang tepat agar anak Sukses Akademik, Sukses Bakat, dan Sukses Spiritual?
Bagaimanakah cara mengenali atau menggali bakat, minat dan potensi anak yang efektif?
Insya Allah, kita akan diskusikan di waktu mendatang!

Minggu, 29 Desember 2013

Pentingnya Kamus Istilah Gaul Narkoba

Apa tanda-tanda seseorang memakai narkoba atau bersinggungan dengan narkoba?
Tempo hari saya menulis artikel tentang ciri-ciri fisik, perangai dan perilaku orang-orang yang memakai (pecandu) narkoba [lihat https://www.facebook.com/notes/hanjaeli-ns/apakah-anak-atau-saudara-anda-pemakai-narkoba/10153588258705282]. Dengan ciri-ciri tersebut kita bisa mewaspadai bahaya penyalahgunaan narkoba yang mengancam anak, saudara dan orang-orang di sekitar kita, serta bisa memberikan penanganan atau bantuan sesegera mungkin agar tidak berakibat lebih fatal.
Selain itu, sebenarnya kita bisa mengetahui si pencandu bahkan si pencoba narkoba lebih awal berdasarkan cara berkomunikasi dan istilah-istilah (khas) yang sering diucapkan. Para pemakai narkoba umumnya berbicara dengan orang-orang penyalah guna narkoba (pemakai, kurir, pedagang, dan bandar) secara sembunyi-sembunyi. Mereka sengaja merahasiakannya agar tidak diketahui dan dipahami orang lain, karena tindakannya itu memang ilegal, melawan hukum, dan banyak ditentang orang pada umumnya.
Di komunitas penyalah guna narkoba berlaku kata-kata atau istilah-istilah gaul untuk narkoba dan seluk beluknya. Istilah-istilah gaul tersebut semakin menambah tingkat kerahasiaan isi perbincangan mereka, semakin sulit terendus dan dipahami oleh orang-orang awam pada umumnya. Memang hal inilah yang mereka harapkan. Sehingga, mereka akan (merasa) aman untuk melakukan berbagai aktivitas negatifnya.
Bagaimana sih cara pemakaian istilah-istilah gaul narkoba tersebut?

Sekadar contoh (ilustrasi) penggunaan istilah-istilah gaul narkoba, misalnya:
  • Bila mereka mau “beli” narkoba, maka mereka katakan “bokul” atau “bok’s”
  • Saat mereka mengajak PT-PT berarti mereka mengajak “patungan” untuk beli narkoba
  • Ketika mereka mau mengatakan “ganja” maka mereka bisa mengunakan istilah: Bhang, Buddha stik, Chasra, Chimenk, Dagga, Dinsemilla, Gele, Hawi, Rasta, Ulah, Hemp, atau Jayus
Nah, terasa asing di kuping kita, bukan?

Jadi, bila anak Anda, saudara Anda, atau orang-orang di sekitar Anda sering berkomunikasi secara sembunyi-sembunyi atau bisik-bisik dan memakai istilah-istilah gaul narkoba tersebut, maka waspadalah!

Paling tidak, ada dua (2) kemungkinan yang terjadi:
  1. Boleh jadi mereka –anak Anda, saudara Anda, atau orang-orang di sekitar Anda-- sudah bersinggungan dengan komunitas penyalah guna narkoba (yaitu pemakai, kurir, pedagang, dan bandar narkoba).
  2. Boleh jadi mereka hanya latah atau ikut-ikutan –memakai istilah-istilah gaul narkoba—karena keseringan mendengar teman atau orang-orang di sekitarnya yang sering mengucapkannya. Berarti, anak Anda, saudara Anda dan orang-orang di sekitar Anda sudah dekat atau berada di lingkungan komunitas penyalah guna narkoba. Hal ini bisa menjadi bom waktu!
Bagaimana bila Anda tidak mengetahui istilah-istilah gaul narkoba tersebut?

Yah....semoga saja tidak ada masalah apa-apa.
Tapi, bila anak Anda, saudara Anda, atau orang-orang di sekitar Anda sering berkomunikasi secara sembunyi-sembunyi atau bisik-bisik dan memakai istilah-istilah gaul narkoba tersebut, maka bisa jadi fatal. Anda mungkin saja terlambat mengetahui kondisi mereka, ternyata mereka sudah menjadi korban narkoba,berlarut-larut, over dosis, dan fatal. Inilah pentingnya mengapa Anda perlu peduli dengan istilah-istilah gaul para penyalah guna narkoba!
Oleh karena itu, berikut ini saya susun “Kamus Istilah Gaul Narkoba” dari beberapa sumber seperti: http://www.bnn.go.id/portal/index.php/kamus_narkoba/view/10/14/, http://bomberpipitpipit.wordpress.com/istilah-gaul-narkoba/dan http://kampungbenar.wordpress.com/kamus-narkoba/. Dengan harapan, semoga bermanfaat bagi kita semua!
Kamus Istilah Gaul Narkoba ini berisi istilah-istilah narkoba dan pergaulan yang biasa dipakai oleh komunitas penyalah guna narkoba. Namun, juga saya lengkapi dengan istilah-istilah kesehatan yang berkaitan dengan pemakaian narkoba dan pihak-pihak yang terkait.
Tentu saja, istilah-istilah yang ada (pada kamus ini) akan terus berkembang mengikuti zamannya, sehingga suatu saat nanti perlu dilakukan update (revisi atau penambahan). Oleh karena itu, mohon teman-teman sharing ya.... agar lebih bermanfaat!

Kamus Istilah Gaul Narkoba:

A
Abes : salah tusuk urat sehingga bengkak
Abses : benjolan karena heroin yang disuntikkan tidak masuk ke dalam urat
Acapulcogold = Jenismariyuana yang berasal dari Mexico
Acid : LSD, yaitu salah satu zat yang akan menimbulkan halusinasi biladikonsumsi
Afo : alumunium Oil
After care : pelayanan pasca rehabilitasi
Alfo; foil; alumunium foil : tempat untuk memakai atau membakar shabu
Amp/amplop : kemasan untuk membungkus ganja
Amphet : amphetamine
Analgesic : substansiuntuk meredakan rasa sakit berhubungan
Asertif : perilaku yang tidak menyakiti oranglain dan diri sendiri
Assessment : suatu tahap dalam pra-terapi bagi calon pasien/klien untuk menilai tingkatkeparahan dan atau menentukan kebutuhan penyembuhan

B
Back up : Seseorang yang mendukung proses penyembuhan
Badai : teler atau mabuk
Bahlul: mabuk
Bajing : bunga ganja
Bakaydu : bakar ganja; dibakar dulu
Barcon; tester : barang contoh (gratis)
Basi-an : setengah sadar saat reaksi narkoba menurun
BB : barang bukti
BD : sebutan untuk bandar narkoba
Bedak/etep putih : sebutan lain putaw atau heroin
Beler : mabuk
Berhitung : urunan atau patunganuntuk beli ganja
Betrik : dicuri/mencuri
Bhang : ganja
Bhironk : orang Nigeria atau pesuruh
BK (Bung Karno) : pilkoplo paling murah
BK : sedatin, nama obattidur, isinya Nitrazepam 5 m gr
BKA  : BimbinganKonseling Agama
BKND : Badan Koordinasi Narkotika Daerah sekarang BadanNarkotika Propinsi
BKNN : Badan Koordinasi Narkotika Nasional sekarang BadanNarkotika Nasional
Black Heart : merek ekstasi
Blue ice (BI) : salah satu jenis shabu yang paling bagus (nomor 1)
Boat : obat
BNN : Badan Narkotika Nasional
BNNK : Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota
BNNP : Badan Narkotika Nasional Propinsi
Boat/boti : obat
Bokauw : bau
Bokul(bok’s) : beli barang
Bong : alat sejenis pipa untuk mengisap shabu
Bopeng/bogep : minumanalkohol buatan lokal yang dikemas dalam bentuk botol pipih (botol
gepeng) misalnya jenisvodka atau wiski
Boti : obat
BT : Bad Trip(halusinasi yang serem); atau, rasa kesal karena terganggu pada saat fly/mabuk
BT/snuk : Pusing/buntu
Buprenorphine : suatu pengobatan yang efektif untukketergantungan opioid
Buddha stick : ganja
Buterfly : merek ekstasi

C
Camp’s : campuran (tembakau) untuk ganja pada saat melinting
Cannabis : ganja, daun ganja; kependekan dari Canabis sativa
Chasing the dragon : pencandu heroin
Chasra : ganja
Chimenk : ganja/kanabis
Cimeng : ganja
Circumstansialsituasional : penyalahgunaan narkoba hanya dilakukan ketika remaja  sedang menghadapi masalah pribadi
CMD : cuaca mendukung (untuk ngeganja atau menikmati ganja)
Coke : kokain

Community Based : kegiatan/aktivitas/program yang dilakukan/bertumpu oleh/dalam masyarakat itu sendiri
Compaigning Strategy : strategi kampanye (mengenalkan bahaya penyalahgunaan narkoba)
Compulsifed : remaja penyalah guna narkoba yang mengonsumsi narkoba dengan pola kecanduan
CS (sobat) : istilah sesama pemakai

D
Dagga : ganja
Demand Reduction
Detoksifikasi : program yang diawasi media untuk pengguna narkoba waktu mereka disapih dari ketergantungan narkobanya. Dapat dilaksanakan dalam lembaga, sebagai pasien rawat inap, dalam komunitas atau di rumah.
Dinsemilla : ganja

DOCA : detoksifikasi cepat opioid dengan anestesi
Dosis : takaran atau ukuran pemakaian obat
Drug Addiction : kondisi di mana seseorang merasa tergantung pada obat tertentu, dan melebihi dosis yang ditentukan
Drug Demand Reduction : pencegahan penggunaan narkoba ilegal
Dum-dum titik : dumolid

E
Experimental Stage:tahapanpemula/coba-coba bagi penyalah guna narkoba

F
Family Supporting Group:kelompokkeluarga yang saling membantu dalam memberidukungan untuk mengatasi masalah narkoba
Fly: mabuk

G
Ganja : barang berbentuk daun
Gantung : setengah mabuk
Gauw : gram
Gaw : gram
Gele : ganja
Gepang : punya putauw atau heroin
Giber : mabuk atau teler
Giberway (giting berat way) : mabuk ganja
Ginting : mabuk atau teler
Girl : kokain
Gitber (ginting berat) : mabuk berat
Glass : shabu-shabu
Gocapan : gocip; paketan 50 ribu/0.1 gram
Gonjes : mabuk atau teler
Grass : daun ganja

H
Half WayHouse : metode penyembuhan bagi peyalah guna tanpa harus menjadi pasien rawat inap
Haluasi : halusinasi; bayangan, khayalan atau imajinasi suatu kondisipenglihatan yang tidak nyata, yang berlebihan
Halusinogen : obat yang dapat mengubah perasaan dan pikiran, sering kalidengan menciptakan daya pandang yang berbeda, meskipun seluruh perasaan dapatterganggu.
Harm reduction : suatu upaya untuk mengurangi dampak bahaya narkoba

Hashish : daun ganja (biasanya juga disebut hash)
Hawai/cimeng/rasta/ulah/gele/buda/stik :ganja
Hemp : ganja
Hirropon : shabu-shabu

I
I : ekstasi
Ice Cream : shabu-shabu
IDUs : Injected Drug Users, yaitu penyalah guna yang menggunakan jarum suntik
Inex : ekstasi
Insul/spidol : alat suntik
In-patient : metode penyembuhan bagi penyalah guna/pasien yangmengharuskan pasien menjalani rawat inap
In-take step : suatu tahap penerimaan awal penyalah guna dalam lembaga rehabilitasi
Intensifed : remaja penyalah gunanarkoba yang mengetahui bahaya narkoba, tapi tidak ingin menghentikanpenyalahgunaan narkoba
Iv (ngive) : intravena, yaitu penyuntikan atau infus langsung untuk memasukan obat ke pembuluh darah (vena) agar obat cepat memberikan reaksi

J
Jackpot : tumbang/muntah
JarumSuntik (Needle) : alat yang bentuknya seperti jarum dan berlubang didalamnya untuk memasukkan cairan obat ke dalam tubuh
Jayus : ganja
Joints : daun ganja yang dipotong, dikeringkan, dirajang halus dandigulung menjadi rokok
Jokul : jual
Junkies : sebutan untuk pencandu
JunkieHelping Junkie : salahsatu metode untuk membantu mantan junkie agar tidak kembali menjadi penyalah guna,yang dilakukan oleh sesama mantan junkie

K
Kamput : kambing putih, gambar pada label salah satu minuman beralkohol
Kancing : ekstasi
Kar : alat untuk menggerus putaw
KD (kode) : kodein
Kentang : kena tanggung, gantung atau kurang mabuk
Kentang kurus : kena tanggung kurang terus
Kertim : kertas timah
Khamar : minuman keras atau beralkohol
KIE : (media) komunikasi, informasi dan edukasi
Kipe/cucauw/nyipet/ngecam : nyuntik atau memasukan obat ke tubuh
Kipean : insulin, suntikan
Kompor : untuk bakar shabu di alumunium Oil
Koncian : simpanan barang
Konseling : metode untuk memecahkan masalah dengan cara mengonsultasikan dengan orang yang pakar dalam masalah tersebut
Kotak kaset/CD : digunakan sebagai alat pengerus putaw
Kurus : kurang terus
KW : kualitas

 

L
Lady dan crack : kokain dalam bentuk yang paling murni dan bebas basauntuk mendapatkan efek yang lebih kuat
Lates : getah tanaman candu (Papaversp) yang didapat dengan menyadap atau menggores buahnya yang mulai masak.
Lego ; jual, yaitu menjualbarang-barang untuk mendapatkan uang. Definisi yang berhubungan denganpenggunaan narkoba, lego adalah aktifitas menjual ...
LSD : Lysergyc Acid Diethylamide, yaitu halusinogenyang paling terkenal, merupakan narkotika sintetis yang disarikan dari jamurkering (ergot)
LSM : Lembaga Swadaya Masyarakat
Lexo : lexotan (obat penenang yang isinya bromazepam 12 m gr)
LL (double L) : artan

 

M
Mariyuana: daun ganja
Mary Jane : daun ganja
Metadon : obat narkotika yang dipakai sebagai pengganti heroin dalam pengobatanpecandunya. Dengan memakai metadon, pecandu dapat menghentikan penggunaanheroin (putus obat) tanpa ada efek samping yang parah.
MG : megadon
Mixing drugs : mencampur jenis drugyang berlawanan jenis untuk mendapatkan efek yang berbeda
Mupeng : muka pengen

 

N
Narkoba : narkotika, psikotropika, dan bahan berbahaya lainnya.
Ngebaks (nyimenk/ngegele) : ngebakaratau membakar ganja
Ngeblenk : kelebihan takaran pemakaian putaw
Ngecak : memisahkan barang
Ngecam : nyuntik atau memasukan obat ke tubuh
Ngedrag : bakar putaw di atas timah
Ngedreg : menggunakan heroin dengan cara dibakar dan asapnya dihirupmelalui hidung
Ngedrop (low bed) : gejalaberakhirnya rasa nikmat mabuk
Ngejel : mampet  atau beku padasaat ngepam atau memompa
Ngepam (pamping) : memompainsulin secara berkali-kali
Ngubas : memakai shabu-shabu
NP (nipam) : Nitrazepam
NSEP (Needle and Syringe Exchange Program): program pertukaran jarum suntik atau “Perjasun”. Program yang membolehkanpengguna narkoba suntikan untuk memperoleh alat suntik yang suci hama,pembuangan jarum suntik bekas dan pemberian nasihat dan ...
Nugi (numpang giting) : ikut mabuk tanpa duit
Nutup : sekedar menghilangkan sakaw/ketagihan
Nyabu : memakai shabu-shabu
Nyipet : menyuntik atau memasukan obat ke tubuh


O
O-de : over dosis ataukelebihan takaran pemakaian (putaw)
On (naik) : proses pada saat fly/mabukuntuk pemakai shabu atau ekstasi
One Stop Centre : salah satu bentuk pelayanan yang memadukanpelayanan terapi medis dan rehabilitasi sosial dalam satu pelayananinstitusional
Opiat : narkoba alami atau sintetis (dibuat manusia), dengan dampak yang samapada tubuh seperti opium dan heroin
Organized Crime
Outreach : metode penjangkauan bagi kelompok marginal atau eksklusif, sepertianak jalanan, penyalah guna narkoba, pekerja seks komersil, dll

 

P
Pahe: paket hemat (misalnya paket 20 ribu/10 ribu)
Pakauw : pakai putaw
Paket/pahe : pembelian heroin atau putaw dalam jumlah terkecil
Paketan (tekapan) : paket / bungkusan untuk putaw. Misalnya: Paket A =Rp.100.000,-, Paket B = Rp.50.000,-, dan Paket C = Rp.20.000,-
Papir (pap’s; paspor; tissue) : kertas untuk melinting ganja
Parno : paranoid atau rasa takut berlebihan karena nge-drungs atau pemakaian shabu yang sangatbanyak
Pasang badan : menahan sakaw tanpa obat atau pengobatan dokter
Pasien : pembeli
Pedauw : teler atau mabuk
Peer Group : kelompok sepermainan remaja yang umumnya sebaya
Pendidikan Sebaya : strategi pendidikanyang diciptakan dan dilaksanakan oleh anggota kelompok tertentu untuksesamanya, misalnya pengguna narkoba.
Penyalahgunaan Multiple Drug : pemakaiansecara sekaligus atau berturut-turut dari beberapa jenis zat (narkoba).
Penyalahgunaan narkoba : memakaiobat/narkoba tanpa dasar/pembenaran medis [menurut acuan dari konvensi-konvensiPBB]
Peralatan Suntik : meliputi jarum suntik,semprit, saringan, air, gelas, sedok, turniket dan permukaan
Pesantren Virtual : suatu konsep pesantrenyang bersifat terbuka atau santrinya tidak tinggal menetap di lingkunganpesantren
Pil koplo (bo’at; boti; dados) : obat daftar ‘G’
Pil Gedek : ekstasi
Polydrug use : menambah dosis dan menggunakan jenis narkoba yang berbeda
Positive Peer : kelompok sebaya yang memberi pengaruh baik bagianggotanya
Pot : daun ganja
Prekursor : sekelompok zat yang bukan (merupakan)narkoba namun digunakan dengan berbagai cara dalam memproses atau membuatnarkoba atau zat psikotropika.
PremaryPrevention : pencegahandini bagi seseorang yang dilakukan oleh lingkungan keluarga
Prevalensi (prevalence)= jumlah orang yang mengalami penyakit tertentu.
Preventif : pencegahan, bisa berupa kegiatanpenyuluhan dan bimbingan untuk memberikan penerangan dan pengetahuan kepadakelompok tertentu atau masyarakat tentang masalah atau bahaya penyalahgunaannarkoba
PS (pasien) : pembeli narkoba
Psikedelik : berhubungan dengan/berciri halusinasi visual persepsimeningkat
PT : sebutan lain putaw (heroin).
PT-PT : patungan untuk membeli drugs/narkoba
Pyur : murni

 

Q
Quartz: shabu-shabu

 

R
R(rohip) : rohypnol
Rasta: ganja
Recall : kemampuanuntuk memanggil ingatan/memori yang tersimpan
Relaps: kembali lagi nge-drugs karena ‘rindu’atau `kangen`
Rivot/R /rhivotril : Klonazepam

 

S
Sakaw : sakit karena ketagihan atau gejala putus obat
Scale (Sekil) : timbangan untuk menimbang putaw, shabu, kokain (biasanyadigunakan timbangan emas yang berbentuk timbangan digital)
Se’empel (seamplop) : satu amplop untuk ganja
Segaw : 1 gram
Se-lap : dua kali bolak-balik atau 2 kali hisap
Selinting : sebatang rokok atau ganja
Semata : setetes air yang sudah dicampur heroin
Semprit (dari kata syringe) : sejenis alat suntik yang terdiri daritabung dilengkapi penghisap, naf jarum dan jarum
Sendok : tempat mencampur/melarutkan/meracik putaw dengan air yangdimasukkan ke insulin
Sepapan (setrip) : satu baris di dalam jajaran obat
Separdu : sepaket berdua
Seperempi : ¼ gram
Sepotek : satu butir obat dibagi dua
Setangki : 1/2 gram
Set-du (seting dua) : dibagi untuk 2 orang
Setengki : ½ gram
Seting (ngeset) : proses mencampurkan heroin dengan air
Se-track : sekali hisap / sekali bakar
Shabu-shabu (ubas/bau/SS) : metamfetamin
Sharing : kegiatan berbagi hal/masalah untuk menemukanpemecahan masalah dan mengurangi beban
Snip : pakai putaw lewat hidung ( dihisap)
Snow : kokain
Snuk : pusing / buntu
SocialRecreation : menggunakannarkoba hanya ketika berkumpul dengan teman-teman untuk sekedarbersenang-senang saja
Solvent : sejenis zat adiktif yang mempunyai efek merugikanpada pernafasan (menjadi sulit bernafas dan dapat menyebabkan infeksi dalamtenggorokan), pada otak (menyebabkan gangguan serius pada otak), pada hati ...dst
Speedball : campuran heroin dengan kokain
Sperempi : 1/4 gram
Spirdu : sepaket berdua
Stag : shabu yang sedang dibakar di alumunium foil berhenti /mampet
Stengky : setengah gram
Stock (STB/stock badai) : sisa heroin yang disimpan untuk dipakai padasaat ketagihan
Stone : mabuk
Sugest /sugesti : kemauan / keinginan untuk memakai narkoba
SupplyReduction : penguranganpemasokan yang dilaksanakan untuk mencegah narkoba ilegal menjangkau konsumen.Tindakan ini termasuk : 1) memberantas panen narkoba ilegal; 2) pengalihanpanen untuk ...dst

 

T
Tea : daun ganja
Teken : minum obat, pil, atau kapsul
Terapi zikir tarekat qodriyah wa nasabandiyah: terapi untuk mengatasi ketergantungan narkoba jenis putaw di Yayasan SerbaBakti PonPes Suryalaya Inabah XIX Koord Wil Jatim
TherapeuticCummunity : bentukperawatan yang menyatu secara keseluruhan bagi tiap korban penyalahgunaannarkoba, dengan menggunakan standar perawatan yang baik
TherapeuticPeer Group : bentukperawatan bagi penyalah guna narkoba yang melibatkan kelompok sebaya sebagaikelompok pendukung
Tokipan : minuman
ToxicologyForensik : bagian darilaboratorium forensik yang bertugas menyelidiki bahan-bahan kimia berbahaya
Trigger : sugesti/ingin
TU : ngutang

U
Ubas: shabu

V
Val : valium (cair & tablet)
Volunteer : seseorang yang bekerja tanpa mendapatpenghasilan yang tetap, bahkan mungkin tanpa bayaran.

Y
Yudhi = ya sayalah

W
Wakas : ketagihan
Wangi : menunjukkan kualitas putaw yangbaik yang terasa beraroma bila didragon/disuntikkan
Weed : daun ganja

Demikian Kamus Istilah Gaul Narkoba yang saya susun.
Semoga bermanfaat.

Salam - HJ

Sabtu, 21 Desember 2013

Apakah Anak atau Saudara Anda Pemakai Narkoba?


Eiiit! Jangan bilang tidak mungkin .....
Kita harus tetap waspada. Ibarat perang, para pengedar narkoba telah memakai berbagai cara, termasuk dengan taktik perang gerilya. Mereka bergerak ke mana-mana,  di sekitar kita, dengan sembunyi-sembunyi, dan secara tiba-tiba bisa menikam anak ataupun saudara kita.
Korban narkoba yang berjatuhan sudah banyak. Tidak terkecuali, anak yang terbilang alim (saleh), tidak sembarangan bergaul, rajin dan cerdas telah menjadi korbannya. Ahhh...bagaimana bisa?
Bisa. Ia telah terjebak. Ia dibujuk temannya untuk meminum obat penambah konsentrasi dan gampang menghafal pelajaran. Karena, berambisi untuk meraih prestasi, ia pun mengonsumsi obat tersebut. Ia rupanya merasakan khasiatnya. Ia semakin bergairah dan berkonsentrasi dalam belajar. Maka, ia menjadi sering membeli dan memakainya, bahkan semakin besar dosisnya. Tanpa disadari, ia menjadi pecandu narkoba.
Nah, ...mumpung belum terlanjur, over dosis dan berakibat fatal. Alangkah baiknya kita mengetahui ciri-ciri pemakai narkoba –yang biasanya menutup diri, dan tidak mau berterus terang. Dengan mengetahui ciri-cirinya, harapannya, kita bisa selalu waspada bahaya narkoba dan bisa menolong korbannya sedini mungkin.

Berikut beberapa ciri fisik, perangai dan perilaku seseorang yang memakai narkoba:
  • Matanya berubah menjadi merah, mengantuk terus, dan biasanya disembunyikan dengan memakai kaca mata hitam...... ||  Hehe... hati-hati ya, jangan-jangan dia hanya sakit mata, habis ‘ngelembur’, dsb.
  • Badannya berkeringat dan baunya khas-menyengat. Apalagi yang memakai putaw, umumnya mereka jarang mandi dan bajunya itu-itu saja......||  Nah lho, makanya rajin mandi, pakai sabun wangi, hehe ....
  • Rambut lebih terlihat berminyak dan mudah rontok...... || Nah lho, salah sampoan kali ....
  • Pernapasan cepat dan dangkal, seperti habis berolahraga......|| Haa?
  • Pecandu jenis pil (ekstasi, happy five dan inex) bicaranya menjadi cadel, dan tidak karuan..... || Jangan-jangan dia hanya lagi mengigau, ‘ngelindur’ hehe ......  
  • Hidung pecandu ganja biasanya mampet/berair.....|| Jangan-jangan hanya karena flu? He...
  • Hidung terasa gatal karena sering untuk menghisap shabu.  Dan, mulut sering bergoyang karena pecandu shabu selalu merasa getir mulutnya..... || Jangan-jangan hidungnya lagi bisulan hingga ‘ngedumel’ terus, Haha.....
  • Sering menguap, mengantuk, dan tidur, atau bermalas-malasan sepanjang hari, melamun, dan tidak peduli dengan kebersihan atau penampilan diri.  Atau sebaliknya, tiba-tiba berubah menjadi rajin sekali, bahkan tidak kenal lelah..... || Nah ho!
  • Berubah menjadi tidak suka makan atau bahkan makan secara berlebih..... || Oups?!
  • Yang dulunya periang tiba-tiba menjadi pemurung, emosional, sensitif, cemas dan curiga, tanpa alasan yang jelas. Atau sebaliknya, yang semula pendiam tiba-tiba berubah menjadi periang, dan mudah tertawa..... || Hihi....!
  • Cara berpikirnya menjadi kacau dan sulit berkonsentrasi, pelupa seperti orang bego atau pikun..... || Nah? Jangan-jangan pikun sungguhan!
  • Lingkungan pergaulannya berubah drastis, atau lebih senang bergaul dengan orang-orang yang mempunyai ciri-ciri sama.....|| Nah....!
  • Kebutuhan uang bertambah banyak. Sehingga suka merongrong orang tua dan bahkan mencuri hartanya. Karena, untuk membeli narkoba dan orang lain tidak boleh mengetahuinya..... || Nah, hati-hati ya!
Itulah beberapa ciri pemakai narkoba. Semoga bermanfaat....

Salam - HJ

Menurut Kamu, Apa yang Menarik dari Ikan CUPANG?


--- sekedar mengajak sharing dengan teman-teman pecinta cupang. Untuk menggali potensi ikancupang secara lebih dalam, dengan harapan agar kita lebih giat pelihara/bisnis cupangnya!---


Daya tarik ikan cupang sungguh cukup besar. Daya tarik ikan yang berasal dari Asia Tenggara ini bahkan telah menyita perhatian orang-orang eropa dan Amerika. Tidak tanggung-tanggung, bahkan di Amerika didirikan konggres internasional tentang cupang atau Internasional Betta Congres (IBC) sejak tahun 1966. Dan setiap saat mengadakan kontes cupang di berbagai negara!

Lalu, apa yang menarik menurut mereka (orang eropa dan Amerika)? Saya belum tahu. Namun, ada baiknya kita diskusi tentang hal ini, berdasarkan pengamatan dan apa yang kita rasakan selama ini. Agar, kita lebih mencintainya!

Apa yang menarik dari cupang? Menurut saya:

1.  Ikan cupang itu sungguh indah dan sangat variatif (banyak jenis, warna, bentuk, dsb). Sehingga tidak membosankan. Bahkan, ketika ‘lahir’ burayaknya, kita pun sukatak sabar untuk segera dapat melihat kayak apa ‘tampang’-nya. Seperti kelahiranbayi aja!

2.  Ikan cupang itu relatif gampang diternakkan. Jangankan orang dewasa, anak kecil (SD)pun bisa menernakkannya. Bahkan, kita bisa –dengan relatif mudah-- menyilang-nyilangperkawinannnya (hibrid). Kita pun akan semakin penasaran pula, kayak apaanakannya?

3.   Ikan cupang itu praktis dan tidak rewel
  • Bisa dipelihara di berbagai wadah, meskipun sempit. Seperti akuarium kecil, toples, botol,bahkan gelar air minuman sekalipun. Meskipun kita pindah-pindah (cupang dan wadahnya),ikan cupang juga tidak gampang stres atau rewel.
  • Ikan cupang mampu hidup di air yang miskin kandungan oksigennya. Tidak seperti ikanmas koki, arwana dan jenis ikan hias lainnya yang membutuhkan bantuan alatsirkulasi (aerator). Karena, ikan cupang dikarunia Tuhan berupa labirin. Dengan alat pernapasan tambahanini, ikan cupang mampu menghirup oksigen dari udara secara langsung. Hebat,bukan?
  • Karenannya, ikan cupang mudah pengangkutannya. Cupang bisa dibungkus di dalam plastik kecil(8x20 cm) dan bisa dikirim via jasa penitipan dengan berhari-hari lamanya.
  • Gampang makannya. Cupang sebenarnya termasuk hewan karnivora. Pakan alaminya adalahjenis binatang-binatang kecil. Seperti kutu air, cacing, jentik nyamuk, danbahkan nyamuk mati pun disantapnya.  Namun,cupang juga mau dikasih pakan buatan (pelet). Harga pelet pun cukup murah. Sehingga,kita tidak menghabiskan waktu untuk mencari kutu air yang semakin langka. Jadi,beternak ikan cupang dapat mengisi waktu-waktu senggang. Asyik, kan?
 4.  Bisa dikonteskan. Kecantikan atau keindahan ikan cupang bisa dilombakan. Sehingga dapat mengundang perhatian dan daya tarik banyak orang, dan pastinya juga mendatangkan keuntungan (uang)!

5.  Bisnis ikan cupang itu lumayan menjanjikan. Untuk urusan ini, teman-teman sudah padatahulah. Seiring dengan semakin banyak orang mengenal dan menyukainya, --darianak-anak hingga kakek-kakek—maka bisnis cupang akan semakin berkembang terus!

6.  Selanjutnya...... Bagaimana menurut teman-teman? sharing ya....


Salam - HJ